Senin, 22 April 2013

MODEL LINGKUNGAN PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN (STUDI KASUS KOTA MEDAN)


ABSTRAK

 Studi ini bertujuan untuk mengembangkan model lingkungan pengolahan sampah perkotaan yang secara operasional dielaborasi untuk :
(1) Menganalisis preferensi masyarakat kota Medan terhadap sistem pengelolaan sampah perkotaan di kota Medan;
(2) Menentukan alternatif teknologi pengelolaan sampah perkotaan yang bersinergi dengan preferensi masyarakat dan Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;
(3) Membangun model dan menganalisis kontribusi dari sampah perkotaan yang dikelola oleh sektor formal dan sektor informal terhadap lingkungan.
TINJAUAN  TEORITIS

 Berdasarkan catatan sejarah, sistem pengelolaan sampah perkotaan (SPSP) pertama kali diperkenalkan di Athena-Yunani pada tahun 320 sebelum Masehi (SM), dimana pemerintah kota mengeluarkan aturan yang melarang masyarakat membuang sampah secara sembarangan. Pada masa itu juga telah dikembangkan suatu sistem sederhana yang mengharuskan para pemilik rumah membersihkan sampah yang ada di depan jalanan rumah mereka. Proses pembuangan akhir juga dilakukan secara sederhana yakni dengan cara menyediakan lokasi pembuangan akhir di luar pagar kota (Britannica, 2006).
Sebagai negara berkembang, perhatian Indonesia terhadap masalah lingkungan pada dasarnya telah cukup baik. Hal ini ditandai dengan adanya berbagai aturan serta lembaga-lembaga yang kesemuanya bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan serta tercapainya pembangunan berkelanjutan. 
Bahkan prosedur kerja dalam menjaga keberlanjutan lingkungan ini dituangkan kedalam satu pasal dalam Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH), yakni pasal 1 ayat 2 (RI, 2009) yang menyebutkan bahwa : “Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum”.

Khusus untuk pengelolaan persampahan, Pemerintah RI baru pada tahun 2008 menerbitkan Undang-undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (UUPS).
PEMBAHASAN
Suatu studi yang dilakukan tentang SPSP di Indonesia memperlihatkan ketidakramahan SPSP tersebut terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dari perlakuan sampah tanpa adanya pengelolaan lebih lanjut (open dumping).


Hal lain yang menarik untuk dicermati dari SPSP yang berlaku saat ini di Indonesia adalah adanya dua sektor yang terlibat dalam mengelola SP. Kedua sektor tersebut terdiri dari :
(1) sektor formal (SF) yang menjalankan SPSP. SF formal ini merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah kota untuk mengelola SP ;
(2) sektor informal (SI), yang selama ini dianggap berada di luar SPSP. SI ini terdiri para pemulung dan pengumpul sampah yang mencari nafkah dari komoditi sampah daur ulang (SDU


SOLUSI
Suatu studi yang dilakukan tentang SPSP (Sistem Pengelolaan Sampah Perkotaan) di Medan memperlihatkan ketidakramahan SPSP tersebut terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dari perlakuan sampah tanpa adanya pengelolaan lebih lanjut (open dumping).

Dampak konversi hutan


Presented by
Welly yusup
( 41612110045 )
Rafael

Definisi

  
hutan yang dicadangkan untuk penggunaan lain, dapat dikonversi untuk pengelolaan non-kehutanan seperti perkebunan,pertanian dan pertambangan.

kerusakan hutan di Indonesia di sebabkan oleh;
Pertumbuhan penduduk dan penyebarannya yang tidak merata
Konversi hutan untuk perkembangan perkebunan,pertanian dan pertambangan
Pengabaian dan ketidaktahuan mengenai pemilikan lahan secara tradisional
Peranan adat dalam memanfaatkan sumber daya alam
Program transmigrasi nasional
Pencemaran industry pertanian pada hutan lahan basah
Degradasi hutan bakau yang di sebabkan oleh konversi menjadi tambak
Pemungutan spesies hutan secara berlebihan.


Kekeliruan Industri Pertanian


Oleh :
Iqbal Amrullah 41612110047
Ratih Wijayanti 41612110050
    Industri pertanian merupakan usaha mengolah bahan mentah menjadi berbagai macam produk hasil olahan yang bermanfaat.
     Dalam industri pertaniandiperlukan faktor pendukung agar industri pertanian dapat dipandang sebagaikegiatan ekonomi yang berorientasi profit.           Faktor yang dapat mendukung industri pertanian antara lain adalah
1.Pemanfaatan keahlian (skills)
2.Teknologi
3.Manajemen.
Contoh industri pertanian adalah perkebunan rosella, perkebunan teh, perkebunan karet, perkebunan kopi, pabrik gula, perkebunan kelapa sawit, dan lain-lain.

Menurut Peter Goering, Helena Norberg-Hodge dan John Page, melalui bukunya From the Ground Up Rethinking Industrial Agriculture ada tiga penyebab kekeliruan pembangunan pertanian industrial:

1. Spesialisasi
Sekarang ini, ahli-ahli pertanian dapat dikatakan bekerja sangat terfokuspada bidang ilmu dan lapangan kerjanya masing-masing. Setiap disiplin ilmu cenderung merasa puas dan bangga dengan objek kajiannya sendiri sehingga tidak mau peduli dengan disiplin ilmu yang lain.

2. Standarisasi
Para ilmuan modern pada umumnya bertujuan mencari teori-teori dan hukum-hukum universal untuk memudahkan kehidupan manusia. Di dalam perumusan hukum itu sendiri terdapat distorsi keilmuan dari model-model empiris ke model-model teoretis dengan cara menyederhanakan (simplifying) dan membakukan (standardizing) suatu objek kajian. Oleh karena itu, temuan dari kajian itu sendiri seringkali invalid dan menyimpang atau bias dari kondisi empiris, jika ansumsi standar tak terpenuhi.

3. Sentralisasi
Setiap tahapan proses usaha tani, mulai dari penyuluhan atau pendidikan bagi petani, proses produksi, penanganan pascapanen, pemasaran, dan disribusi hasili-hasil pertanian masih banyak yang tersentralisir; dengan kebijakan intervensi pemerintahan yang sangat kuat. Petani menjadi sangat tergantung dan tidak berani berinisiatif membuat keputusan-keputusan secara mandiri untuk kemujuan usaha tani atau usaha diluar usaha tani.

Ciri pertanian industrial ada 5, yaitu:
1. Penggunaan benih unggul
Salah satu ciri pertanian industrial adalah penggunaan benih hibrida dengan varietas yang selalu diperbarui oleh produsennya. Varietas baru ini hanya responsif bila pemakaian input (misalnya pupuk NPK, pestisida, dan ketersediaan air) dalam kondisi yang sempurna.

2. Penggunaan pupuk kimia
Penggunaan pupuk kimia buatan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem usaha tani modern. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan pupuk buatan dan input buatan pabrik yang lain cenderung meningkat secara signifikan.

4. Penggunaan mekanisasi
Salah satu perubahan yang paling fundamental dalam industri pertanian adalah penggantian tenaga manusia dan hewan dengan tenaga mesin. Mekanisasi mampu meningkatkan hasil perunit input tenaga kerja dan menurunkan harga jual pangan per satuan.

5. Penggunaan bioteknologi
Adanya cloning dan benih transgenik yang dapat dibuat sesuai dengan tanaman dengan kualitas yang diinginkan.

Kondisi saat ini, sistem pertanian tradisional yang lebih mementingkan aspek kelestarian lingkungan sudah banyak ditinggalkan, digantikan dengan sistem pertanian industrial yang cenderung bersifat pragmatis, terlalu berorientasi kuantitas dan kurang memperhatikan aspek kontinuitas, sehingga banyak menimbulkan masalah lingkungan.

Kebutuhan fisiologis

Kebutuhan fisiologis
Presented by;
Abraham maslom dalam teorinya membagi kebutuhan dasar manusia dalam 5 tingkatan yaitu :
KEBUTUHAN FISIOLOGIS
RASA AMAN DAN NYAMAN
KASIH SAYANG
HARGA DIRI
AKTUALISASI DIRI
Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang sangat primer dan mutlak harus dipenuhi untuk memelihara homeostatis biologis dan kelangsungan hidup bagi setiap manusia.
Kebutuhan fisiologis meliputi : oksigen, cairan, nutrisi (makanan dan minuman), eliminasi, istriahat, tidur, terbebas dari rasa nyeri, pengaturan suhu tubuh, seksual dan lain sebagainya.

Yaitu kebutuhan yang paling dasar dari manusia atau kebutuhan yang bersifat faali, yaitu anatomi kebutuhan tubuh kitauntuk mempertahankan hidup. Dan kebutuhan ini harus terpenuhi oleh manusia karena apabila tidak terpenuhi maka manusia itu akan sakit atau bahkan mati. Karena itulah mengapa kebutuhan fisiologis masuk dalam urutan pertama atau tinngkatan teratas.
Oksigen
O2 yaitu fungsinya untuk bernafas karena oksigen diperlukan dalam proses metabolisme dalam tubuh
Cairan dan elektrolit
Manusia memerlukan minuman untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh.
Nutrisi
Nutrisi sangat dibutuhkan oleh manusia apabila tidak terpenuhi maka akan ada gangguan pada tubuh. Nutrisi dapat terpenuhi dari makanan yang kita makan sehari-hari.
Eliminasi
adalah proses pembuangan zat sisa dalam tubuh yang harus dikeluarkan karena zat sisa mengandung racun yang apabila tidak dikeluarkan akan menyababkan penyakit. Contohnya BAB/BAK (feses dan urine )
Istirahat
manusia memerlukan kebutuhan untuk istirahat agar energi tidak terlalu banyak terbuang dalam proses metabolisme. Istirahat merupakan kebutuhan yang paling pokok dari manusia untuk menjaga kesehatan.
Seksual
setiap manusia memerlukan kebutuhan seksual untuk memdapatkan rasa aman nyaman dari orang yang sangat dicintai dan ini merupakan bentuk ekspreisi yang setiap manusia memilikinya agar manusia tersebut mandapat pengakuan dari orang terkasih.
Eksplorasi dan manipulasi
manusia ingin mengungkapkan apa yang ada pada diri masing-masing tentunya dengan cara yang berbeda-beda pula. Selain itu manusia juga membuat rekayasa dalam hidupnya.

REVITALISASI PERTANIAN TIDAK PERLU KE NEGERI CINA




Oleh :
Soreya Dayanti Putri
41612110040
PENDAHULUAN
Pencanangan revitalisasi pertanian dan pemenuhan target peningkatan produksi dua (2) juta ton beras oleh Presiden SBY pada awal tahun 2007
PERMASALAHAN
Sistem pertanian yang bersifat ‘high input’ justru telah menyebabkan:
Rusaknya ekosistem.
Terjadinya ledakan hama.
Turunnya kualitas padi (yang ditandai dengan tingginya kandungan residu kimia dalam beras yang kita konsumsi).
Hilangnya berbagai pengetahuan bercocok tanam yang selama ratusan tahun terbukti ramah lingkungan, murah dan efektif.


Berita tsb bertolak belakang dengan pengalaman penulis selama melakukan program pengabdian masyarakat untuk Departemen Antropologi UI di Indramayu
KESIMPULAN
Seharusnya pemerintah fokus pada bagaimana menciptakan petani-petani kreatif yang mampu mengupayakan usaha budidaya pertanian yang murah, memiliki produktivitas yang tinggi dan sekaligus produknya sehat untuk dikonsumsi. Dengan kata lain menciptakan situasi sama-sama menang ‘win-win solution’

SUHU BUMI SEMAKIN PANAS, ES KUTUB DAN PUNCAK MENCAIR, PERMUKAAN AIR LAUT MENINGKAT


Oleh :
Ardi Wijanarko (41612110024)

KASUS YANG TERJADI
Suhu bumi terus memanas, peristiwa   pemanasan global sepertinya semakin menjadi dan susah untuk di hentikan. Suhu bumi diperkirakan meningkat sekitar 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir.
Faktor semakin lebarnnya lubang dilapisan ozon tambah parah, menyebabkan panas matahari yang masuk ke bumi semakin besar, karena semakin tipisnnya lapisan penyaring panas.
KASUS YANG TERJADI
Faktor utama penyebab rusakknya lapisan ozon adalah meningkatnnya polusi udara, zat-zat polutan seperti CO2 dan SIO, FREON semakin banyak dahasilkan baik dari asap industri, kendaraan, ataupun mesin-mesin dan peralatan lainnya.
TINJAUAN TEORITIS
Ozon merupakan suatu zat yang terbentuk oleh sinar ultraviolet yang menguraikan molekul O3 membentuk unsur oksigen. Fungsi utama ozon adalah sebagai gas yang melapisi atmosfer guna melindungi bumi dari sinar ultraviolet. Jadi jumlah panas matahari yang masuk kebumi dapat terkontrol. Akan tetapi rusaknnya lapisan ozon diangkasa menyebabkan jumlah panas yang memasuki bumi semakin besar dan tidak terkontrol. Hal ini menyebabkan suhu bumi semakin panas dan menjadikan peristiwa “pemanasan Global”

Pemanasan global memberi dampak buruk bag kehidupan di bumi.
Beberapa dampak akibat pemanasan global adalah:
Mencairnya es di kutub bumi, hal ini menyebabkan permukain air laut naik.
Mencairnnya jumlah es di puncak bersalju seperti everest, puncak jaya, aconcagua dan lan-lain.
Mengakibatkan perubahan cuaca ekstrim di bumi, hal ini berdampak buruk bagi kehidupan yang ada di bumi.
PEMBAHASAN DAN SOLUSI
Jumlah es abadi di  bumi terpusat di kedua kutub bumi, yaitu kutub utara dan selatan. Di kutub utara, terdapat 14.056.000 kilometer persegi es. Sementara di kutub selatan belum dapat dihitung secara pasti, sebab kutub selatan merupakan bagian bumi yang belum tersentuh seutuhnnya oleh  manusia. Akan tetapi, deperkirakan jumlah es di kutub selatan dua kali lebih banyak dari pada jumlah es di kutub utara. Pemanasan global berdampak buruk terhadap kondisi kutub-kutub bumi ini, pada musim kemarau, sekitar 50% jumlah es di kutub utara dan selatan mencair. Dari sorotan satelit, diperkirakan permukaan air laut naik sekitar 3 sampai 4 mm setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan mencairnya jumlah es secara besar-besaran di kutub bumi.

Sementara itu, puncak gunung juga menjadi tempat dimana salju atau es abadi berada. Beberapa puncak gunung yang diselimuti salju antara lain puncak everest, kilimanjaro, aconcagua, cartenz  dan lain-lain. Disitu ditemukan pula jumlah es di puncak yang menyusut drastis, bahkan nyaris hilang. Hal ini jelas disebabkan karena semakin panasnnya suhu di bumi.
 

Selain berkaitan dengan mencairnya es dan salju abadi, pemanasan global juga berdampak pada iklim di bumi yang dapat berubah secara drastis, juga berakibat seringnnya terjadi badai, angin tornado, hingga gelombang laut yang tinggi. Hal ini karena panas bumi yang tinggi, mengakibatkan penguapan air lebih besar dan keseimbangan air dan udara yang berubah.
SOLUSI
Pemanasan global terus terjadi, sementara orang-orang dan komunitas-komunitas tertentu mulai aktif kampanye dan mempelopori kegiatan-kegiatan peduli lingkungan, untuk menanggulangi pemanasan global, seperti penanaman pohon, melakukan kegiatan-kegiatan dengan alat ramah lingkungan, seperti bahan bakar bio, kemudian pengurangan polusi udara dengan kendaraan non bbm dan lain-lain. Hal ini sedikit mengurangi polusi yang semakin menjadi-jadi di kota kususnnya.
SIMPULAN DAN SARAN
 SIMPULAN
  pemanasan Global disebabkan karena rusaknya lapisan ozon, yaitu semakin lebarnnya lubang ozon sehingga cahaya ultraviolet yang masuk ke bumi tidak tersaring sempurna
Pemanasan global berdampak pada suhu bumi semakin panas, dan berakibat pada mencairnnya jumlah es dan salju abadi di bumi, juga berdampak pada perubahan iklim secara drastis di bumi.



 SARAN
    dewasa ini, kita harus bisa memilih dan membedakan semua kegiatan dan aktifitas yang  kirannya berdampak buruk pada lingkungan dan semakin memperparah suhu panas yang ada di bumi. Kita juga harus menjadi pelopor untuk melakukan aktifitas-aktifitas ramah lingkungan untk megurangi penyebab utama pemanasan global.
SUMBER DAN REFERENSI
http://www.antarasultra.com/print/264304/menapaki-jejak-pemanasan-global-di-puncak-dunia
http://www.jakartalantern.com/content/global-warming/222-ozon.html
http://sains.kompas.com/read/2013/04/01/11290330/Perubahan.Iklim.di.Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

Jagalah Hutan di Bumi Kita Tercinta


Add caption
Hutan hutan di indonesia termasuk dalam kategori hutan hujan tropis, ciri khas dari hutan ini mempunyai mekanisme “siklus hara tertutup”. Penampilan hutan hujan tropis yang begitu megah sebenarnya hanya tampakan luarnya saja, namun tanah-tanah di daerah ini adalah miskin hara. Sebagian besar unsur hara terkandung di dalam vegetasi yaitu pohon-pohon yang hidup di areal tersebut. Lebih dari 70 % unsur hara itu berada di dalam tegakan hutan sedangkan hanya kira-kira 30 % yang berada di dalam tanah.
Hal ini terjadi karena daerah tropis mempunyai curah hujan yang tinggi, sehingga proses “leaching” atau pencucian unsur hara berjalan dengan cepat. Selain itu jenis tanahnya sebagian besar tersusun dari partikel lempung kaolinite dan illite dengan kapasitas tukar kation yang rendah.
Maka dari itu kita sebagai makhluk yang di beri akal pikiran di haruskan untuk melestarikan dan melindungi paru paru bumi untuk kepentingan bersama baik manusia dan makhluk lainnya. Dan kita harus menghindari dari penyebab kerusakan hutan di antaranya ada beberapa faktor-faktor yang menyebabkannya,
A. Kerusakan hutan akibat ulah manusia (human destructions)
  1. Illegal logging (Penebangan liar).

  2. Pembakaran hutan yang disengaja.

  3. Perambahan hutan.

  4. Perladangan berpindah.

  5. Pertambangan.

  6. Transmigrasi.

  7. Pemukiman penduduk.

  8. Pembangunan perkantoran.

  9. Pembangunan infrakstruktur perhubungan seperti jalan, lapangan udara, pelabuhan kapal, dan lain-lain.
B. Kerusakan hutan akibat alam (natural disasters).
  1. Kebakaran hutan.

  2. Letusan gunung berapi.

  3. Naiknya air permukaan laut dan tsunami
    Dan untuk melestarikanya berikut ini beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk melestarikan hutan, yaitu sebagai berikut.
1)      Melakukan Reboisasi.
Reboisasi adalah salah satu alternatif untuk melestarikan hutan. Kita dapat menanam kembali hutan – hutan yang sudah rusak, sehingga hutan akan tetap terjaga keberadaannya.
2)      Menerapkan Sistem Tebang Pilih.
Pemerintah harus menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon. Hal ini dapat mengurangi penebangan hutan secara liar dan dalam jumlah besar – besaran. Selain itu system ini juga berguna untuk masyarakat agar tidak sembarang dalam melakukan penebangan hutan.
3)      Menerapkan Sistem Tebang – Tanam.
System ini sangat berguna bagi pelestarian hutan. Sistem penebangan hutan yang kemudian diganti dengan menanam hutan yang telah ditebang agar hutan tetap terjaga keberadaannya.
4)      Melakuakan Penebangan secara Konservatif.
Penebangan secara konservatif adalah penebangan dengan cara menebang pohon yang sudah tidak berproduktif lagi. Jangan sampai pohon yang masih muda dan produktif di tebang.
5)      Menerapkan Larangan Penebangan Hutan Secara Sewenang – wenang dan Memberikan Sanksi yang Berat Bagi Pelakunya.
sumber:
http://miraclekidx.blogspot.com/2012/09/5-upaya-melestarikan-hutan.html
http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/04/penyebab-kerusakan-hutan.html

LONGSOR MENGHANTAM BANDUNG


          Sekitar 3 hari yang lalu, (8-9/4) "Tercatat 23 rumah rusak berat, 97 rumah terancam longsor dan 87 jiwa mengungsi akibat longsor di kecamatan Gununghalu, kecamatan Rongga dan kecamatan Cipongkor, kabupaten Bandung Barat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB,
                Tanah longsor ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (8/4) malam, dengan intensitas 50 mm selama berjam-jam tanpa henti. Selain itu, kondisi permukiman yang berada di tebing curam dan kondisi lereng yang dijadikan lahan pertanian semusim turut menjadi penyebab longsor.
                


      
          Berdasarkan laporan masyarakat dan aparat di Kecamatan Cililin, pada 26/2/2013 dirasakan gempa yang bersumber dari gempa 5,3 SR yang berpusat di darat di barat daya Cianjur dan dirasakan hingga di Bandung. Kondisi ini dapat memberikan pengaruh terhadap berkurangnya kekuatan struktur tanah atau terjadi retakan tanah yang kemudian terisi air saat hujan sehingga memicu longsor.
          Lantas bagaimana solusi bagi masyarakat? BNPB merekomendasikan, idealnya memang relokasi. Tetapi ini sulit dilakukan karena berkaitan dengan mata pencaharian dan sosial budaya masyarakat. Relokasi adalah pilihan terakhir dalam penanggulangan bencana karena faktanya sulit masyarakat dipindahkan.
                  Di Indonesia terdapat 124 juta jiwa masyarakat yang di daerah rawan longsor sedang hingga tinggi yang tersebar di 270 kabupaten/kota. Artinya ada 124 juta jiwa yang berdiam seperti mirip di Cililin tersebut.


  Data di atas dapat di simpulkan terjadinya longsor itu karena,
 Hujan yang terus menerus
Lereng terjal
Tanah dan batuan yang kurang padat dan tebal
Jenis tata lahan akibat sumber pertanian
Getaran atau gempa
Penggundulan hutan
Pengikisan
Erosi
Dan lainya yang di sebabkan terutama oleh ulah manusia yang kurang memperhatikan akibat dari kerakusan dan kecerobohan

    
         Maka sebagai penerus bangsa dan sekaligus untuk kehidupan yang lebih baik buat anak cucu kita, mari kita harus meencegah terjadinya longsor tersebut, diantarnya:
Jangan mencetak sawah dan membuat kolam air pada lereng bagian atas di dekat pemukiman, buatlah terasering/ sengkedan
Segera menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah melalui retakan. (Jangan melakukan penggalian di bawah lereng terjal.
Jangan menebang pohon di lereng atau pohon yang di gunakan untuk menahan air.
Jangan mendirikan permukiman di tepi lereng yang terjal dan di bawah lerng bukit, usahalah Pembangunan rumah yang benar di lereng bukit.
Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak. Dan Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi.




TAHAPAN MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR
Pemetaan
Menyajikan informasi visual tentang tingkat kerawanan bencana alam geologi di suatu wilayah, sebagai masukan kepada masyarakat dan atau pemerintah kabupaten/kota dan provinsi sebagai data dasar untuk melakukan pembangunan wilayah agar terhindar dari bencana..
Pemeriksaan
Melakukan penyelidikan pada saat dan setelah terjadi bencana, sehingga dapat diketahui penyebab dan cara penaggulangannya.
Pemantauan
Pemantauan dilakukan di daerah rawan bencana, pada daerah strategis secara ekonomi dan jasa, agar diketahui secara dini tingkat bahaya, oleh pengguna dan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah tersebut.
Sosialisasi
Memberikan pemahaman kepada Pemerintah Provinsi /Kabupaten /Kota atau Masyarakat umum, tentang bencana alam tanah longsor dan akibat yang ditimbulkannnya. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara antara lain, mengirimkan poster, booklet, dan leaflet atau dapat juga secara langsung kepada masyarakat dan aparat pemerintah

KESIMPULAN DAN SARAN
Gunakanlah akal kita untuk berfikir lebih jauh bagaimana melakukan sesuatu yang timbulnya tidak berakibat fatal
Janganlah menebang hutan baik di lereng maupun di daerah yang resapan airnya kurang, karena peran hutan sangat penting buat menyerap air dan terjadinya longsor
Buatlah pemukiman pada daerah yang  jauh dari lereng atau sungai, karena dapat terjadinya rawan longsosungair
Bunglah sampah atau benda yang dapat menyumbat pada aliran sungai, sebab akan mengakibatkan tergenangnya air danberdampak pada longsor ataupun banjir
sumber:
http://www.beritalingkungan.com/2013/03/konversi-hutan-penyebab-longsor-di.html
http://piba.tdmrc.org/content/pencegahan-terjadinya-bencana-tanah-longsor
http://piba.tdmrc.org/content/faktor-penyebab-tanah-longsor

Selasa, 09 April 2013

TUGAS(4) PEMANASAN GLOBAL


Berikan pembahasan untuk persoalan berikut secara ringkas dan cerdas :
1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemanasan global dan efek rumah kaca menurut Soemarwoto (Prof. Dr. Ir. Oto Soemarwoto) !
Jawab: Menurut Prof. Dr. Ir. Oto Soemarwoto, pamanasan Global adalah pemanasan global ialah naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya intensitas efek rumah kaca (ERK). Sedangkan efek rumah kaca mempunyai pengertian, adalah suatu proses, dimana radiasi yang dipancarkan oleh matahari ke bumi, dan dipancarkan kembali oleh bumi, namun terserap oleh gas tertentu, sehingga pada  dasarnya ERK berfungsi menjaga suhu bumi agar tetap hangat. Kaitannya dengan pengertian pemanasan global adalah, karena meningkatnya aktivitas manusia, yang menghasilkan berbagai partikel dan gas – gas yang terbuang secara bebas, telah memicu naiknya suhu bumi.  
2.      Berikan penjelasan mengenai jenis kegiatan yang memberikan sumbangan terhadap pemanasan global !
Dibawah ini merupakan beberapa kegiatan yang memberikan sumbangan terhadapt pemanasan global, berdasarkan tingkat persentase dari yg terbesar.
·         Produksi dan konsumsi energi, adalah kegiatan yang tidak dapat dipisahkan ataupun dihilangkan dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Energi memberikan kemudahan manusia, yang juga berpengaruh terhadap tingkat produksi. Dengan adanya energi akan membuat produksi semakin meningkat, dan menghasilkan limbah, baik udara, cair, atau berupa padatan.  
·         CFC, merupakan gas buatan manusia yang merupakan zat-zat yang tidak mudah terbakar dan tidak terlalu toksik. Satu buah molekul CFC memiliki masa hidup 50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum dihapuskan. Dalam waktu kira-kira 5 tahun, CFC bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfer (10 – 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV, dan membebaskan atom KLORIN. Atom klorin ini berupaya memusnahkan ozon dan menghasilkan LUBANG OZON..
·         Pertanian, pembukaan lahan pertanian, dengan melakukan penebangan hutan, membuat berkurangnya luas hutan.
·         Penebangan hutan dan perubahan tata guna lahan, akan melepaskan karbon yang tersimpan di dalam biomassa ke dalam atmosfer sehingga kemampuan bumi untuk menyerap Co2, menjadi berkurang.  
·         Industri, kegiatan industri yang menghasilkan berbagai macam bentuk polusi dan sebagian besar mengandung zat yang dapat merusak lapisan ozon.
3.      Jelaskan hubungan antara konversi hutan dengan pemanasan global !
Jawab:  Konversi hutan yang banyak dilakukan, adalah contoh upaya menyediakan pangan dan membuka lahan untuk perkebunan, yang sudah tentu akan mengurangi fungsi hutan sebagai endapan karbon. Kandungan karbon yang terlepas ke atmosfer akan meningkatkan GRK.
4.      Jelaskan pengaruh pemanasan global terhadap sector pertanian !
Jawab: Pertanian yang merupakan kegiatan atau sektor yang bergantung pada curah hujan juga menjadi suatu masalah dengan adanya pemanasan global. Karena dengan adanya pemanasan global cuaca menjadi sulit diprediksi, sehingga mempengaruhi pola tanam dan estimasi produk pertanian. Dampak yang dirasakan antara lain, kekeringan lahan sawah, atau bahkan banjir yang merendam sawah.
5.      Berikan penjelasan mengenai dampak pemanasan global bagi aktivitas social !
Jawab: Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi   masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit
6.      Bagaimana dampak kenaikan muka air laut ?
Jawab: (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.
7.      Sebutkan beberapa alternatif untuk mengantisipasi dampak kenaikan muka air laut !
Jawab:
·           Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.
·           Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.
·           Proteksi ;  alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature
8.      Cermati studi kasus dengan judul “Dampak Pemanasan Global Tak Bisa Diperbaiki” (Kasus 1), tuliskan komentar anda !
Jawab: Menurut pendapat saya beberapa dampak dari pemanasan global memang ada yang tidak dapat diperbaiki, seperti mencairnya gletser atau lapisan es – yang dapat menaikkan permukaan laut beberapa meter, yang bisa dilakukan adalah cara mengantisipasi kenaikan permukaan air laut itu. Dengan diadakannya berbagai pertemuan yang membicarakan dampak pemanasan global, sangat diharapkan adanya upaya nyata dan partisipasi dalam menanggulangi dampak pemanasan global yang disebabkan oleh manusia itu sendiri.
9.      Simak studi kasus dengan judul “Apa yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk beradaptasi dengan dampak ekstrim pemanasan global ?” (Kasus 2), berikan pendapat saudara !
Jawab: Pemanasan global akan mengenai semua negara tanpa terkecuali Indonesia. Sebagai negara yang hidupnya sangat bergantung pada sumber daya alam, cara yang tepat dalam mengatasi dampak globalisasi adalah beradaptasi. Kemampuan adaptasi perlu didukung oleh pemerintah dan organisasi lingkungan, dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai berbagai dampak pemanasan global tsb.
10.   Buatlah lagu atau puisi mengenai “Pemanasan Global” !
Jawab:
Ada apa dengan bumi?
Pemanasan global telah mentransformasi bumi..
Sadar atau tidak, bumi sedang dalam perubahan..
Kita lah yag berperan dalam mentransformasi dan menaggulanginya..
Mari bergerak sekarang, sebelum terlambat..

TUGAS(3) KERUSAKAN HUTAN TROPIS

Berikan penjelasan secara singkat dan tepat untuk persoalan berikut :
  1. Jelaskan pengertian hutan !
Jawab: adalah suatu kumpulan pohon- pohon yang  cukup rapat dan menutup areal yang cukup luas sehingga akan dapat membentuk iklim mikro yang kondisi ekologis yang khas serta terdiri dari berbagai jasad renik tanah dan hewan yang memiliki hubungan saling ketergantungan. 
  1. Jelaskan beberapa proses saling berhubungan yang terjadi di dalam hutan !
Jawab: Beberapa proses yang terjadi dan saling berhubungan antaralain adalah:
a. Hidrologis, yang merupakan fungsi hujan sebagai tempat penyerapan dan penyimpanan air hujan maupun embun, yang akan mengalir ke sungai – sungai dan menjaga tanah agar terjaga dari erosi dan hilangnya unsur hara. 
b. Iklim, komponen ekosistem alam yang terdiri dari unsur-unsur hujan (air, sinar matahari dan suhu), angin dan kelembaban yang sangat mempengaruhi kehidupan yang ada di permukaan bumi.
c. Kesuburan tanah, tanah hutan merupakan pembentuk humus utama dan penyimpan unsur hara yang diperlukan oleh tumbuhan. Pembentukannya ditentukan oleh batu induk yang membentuknnya dan kondisi saat terbentuknya, meliputi suhu, kelembaban udara, air tanah, topografi wilayah, vegetasi dan jasad – jasad hidup lainnya.
d. Keanekaragaman genetik, hutan memiliki berbagai jenis flora dan fauna. Keduanya memiliki hubungan yang harus diperhatikan dalam pemanfaatannya sehingga tidak terjadi kepunahan ataupun kerusakan lingkungan.
e. Sumber daya alam, dapat memberikan devisa bagi suatu negara  dan pendapatan bagi masyarakat sekitar. Baik dari sumber daya alam yg belum ataupun sudah diolah.
f. Wilayah wisata alam, dalam hubungannya dengan manusia, hutan juga memberikan manfaat berupa sarana wisata, sebagai ciptaan Tuhan YME.
  1. Jelaskan mengenai fungsi hutan !
Fungsi utama hutan adalah menyelenggarakan keseimbangan oksigen dan karbon dioksida serta mempertahankan kesuburan tanah, penyimpan air bersih, dan pencegah erosi bagi wilayah sekitar. Dengan adanya sumber daya yang tersedia banyak di hutan, fungsi hutan pun berkembang, antara lain:
a. Hutan lindung, adalah kawasan hutan yang berfungsi untuk menjaga kelestarian/kesuburan tanah dan tata air wilayah.
b. Hutan Suaka, adalah kawasan hutan yang berfungsi melindungi keanekaragaman hayati dan keindahan di dalamnya.
c. Hutan Produksi, adalah kawasan hutan yang berfungsi sebagai sumber produksi baik berupa kayu, maupun non kayu dari pengelolaan yang dilakukan oleh pihak – pihak tertentu.
  1. Jelaskan kerusakan hutan akibat penebangan (deforestasi) menurut analisa para ahli !
Jawab: Kerusakan hutan akibat deforestasi berdampak terjadinya ketidakseimbangan ekosistem, baik yang ada di dalam hutan, maupun disekitar hutan.  Berikut ini adalah beberapa akibat dari kerusakan hutan yang terjadi, antara lain:
  1. Punah masyarakat dan budaya yang cara hidupnya bergantung pada hutan. Hal ini bersamaan dengan punahnya pengetahuan mereka.
  2. Bertambahnya lahan kritis dan desertifikasi di kawasan tropik yang kering.
  3. Menurunnya curah hujan dalam regional, yang memperburuk desertifikasi.
  4. Meningkatnya suhu global sebagai akibat dari meningkatnya kadar karbon di atmosfir yang menyebabkan meningginya permukaan air laut.
  5. Punahnya sejumlah besar spesies tumbuhan dan hewan, termasuk hilangnya spesies margasatwa serta tumbuhan pangan dan obat yang mempunyai potensi penting.
  6. Merosotnya jumlah populasi burung daerah beriklim sedang yang bermigrasi ke daerah tropik.
  7. Meningkatnya pembukaan dan erosi tanah.
  8. Hilangnya potensi listrik tenaga air.
  9. Merosotnya daur kemiskinan didaerah pedesaan.
  1. Bagaimana kondisi hutan di daerah-daerah saat ini, khususnya di Propinsi Banten ?
Jawab:
Meningkatnya pertumbuhan penduduk di Propinsi Banten, membuat banyak lahan hutan, terkena dampak dari perluasan wilayah pemukiman. Eksploitasi sumber daya alam juga dilakukan secara boros. Baik hutan pegunungan maupun hutan di sekitar sungai memiliki tingkat kerusakan yang hampir sebanding. Akibat dari kerusakan hutan yang terjadi juga sudah dirasakan oleh penduduk Propinsi Banten, dengan terjadinya kekeringan, karena adanya tekanan penduduk, perambahan dan pengelolaan lahan ilegal di salah satu cagar alam di Serang.
  1. Bagaimana pendapat anda mengenai Hutan Tanaman Industri (HTI) ? HTI merupakan usaha hutan tanaman untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan slivikultur sesuai dengan tapaknya, dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil kayu maupun non kayu. Pelaksanaan HTI yang berhasil dapat memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan sekitar HTI. Sebagai resapan dan penyimpanan air, sehingga bahaya banjir dan erosi, serta kekeringan akan dapat dikurangi. Pada praktiknya, diperlukan pengawasan khusus terhadap perusahaan – perusahaan yang mempunyai HTI. Karena hal ini akan sgt disayangkan apabila, perusahaan tersebut hanya memanfaatkan pada pengambilan hasil dari HTI tersebut, tanpa melakukan penanaman kembali.
Sumber:
Modul 3 Kerusakan Hutan Tropis, Ir. Atep Afia Hidayat
  1. Tuliskan opini anda mengenai Hutan Desa sebagaimana studi kasus pada bab ini !
Jawab:
Dalam kasusPENGEMBANGAN HUTAN DESA SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS MASYARAKAT”, menurut saya merupakan pilihan yang benar dari latar belakang yang disajikan. Karena pada saat ini jika semua kendali, di pegang oleh pemerintah sentral, kasus – kasus seperti ini seperti kurang diperhatikan, walau dalam kampanye yang dilakukan mereka gencar dalam menyuarakan “pelestarian hutan bersama”. Peran serta masyarakat sekitar dan pemerintah kabupaten adalah hal terpenting dalam pelestarian hutan. Ini merupakan alternatif model pengelolaan hutan kolaboratif yang berbasis masyarakat adalah sebuah tawaran solusi untuk menjawab persoalan kerusakan hutan tersebut. Hutan Desa adalah kawasan hutan negara yang masuk dalam wilayah desa tertentu dan dikelola serta digunakan untuk kesejateraan masyarakat desa. Selain itu berbagai stakeholders yang memiliki kepentingan pada hutan desa baik pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi maupun LSM juga dilibatkan. Dengan berbagai kegiatan, meliputi pendampingan masyarakat dalam meningkatkan potensi dan kemampuan mereka dalam mengelola hutan, advokasi hukum dalam mengelola hutan, penelitian untuk mendorong proses pengelolaan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dilakukan secara partisipatif, dan pengembangan Pusat Informasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai media informasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan sekaligus membangun kesadaran akan artinya pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

TUGAS(2) KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Berikan pembahasan secara singkat dan jelas untuk persoalan berikut:
1.    Menurut kajian paleontropologis setidaknya ada sembilan jenis mahluk serupa manusia, yaitu Australopithecus aferensis, A. africanus, Paranthropus  aethiopicus, P. robustus, P. boisei, Homo  habilis kecil, H. habilis besar, H. erektus, dan H. sapiens. Homo habilis mahir menggunakan alat-alat batu. Homo erektus (manusia purba) sudah mengenal api untuk penghangat dan memasak. Manusia modern yang ada sekarang dikelompokkan sebagai Homo sapiens.  Apa pendapat anda mengenai hal tersebut, jika dikaitkan dengan eksistensi manusia dan sejarah peradabannya ? Kajian paleontropologis, menerangkan kemiripan beberapa makhluk yang serupa dengan manusia. Menurut saya manusia memang berevolusi, namun bukan dari makhluk – makhluk diatas, yang saya maksud disini, evolusi yg terjadi pada manusia adalah diakitbatkan adanya perubahan lingkungan dimana manusia tinggal pada jaman dahulu. Bukan merupakan bagian dari manusia pada saat ini. Walaupun persentase kemiripan antara makhuk tsb dengan manusia cukup tinggi, tetap saja bukan benar – benar 100% sama. Selain itu penyebaran yg ada diberbagai wilayah, merupakan gaya hidup manusia dalam mencari timpat tinggal dengan berbagai sumber daya alam yg dapat menunjang kebutuhan hidupnya.
2.    Jelaskan mengenai gaya hidup asli manusia ! Gaya hidup asli manusia adalah pemburu, berkelompok, dan berpindah tempat guna mendapatkan tempat tinggal yg layak untuk terus bertahan hidup.
3.    Berikan penjelasan mengenai pengelompokan kebutuhan manusia yang paling hakiki ! Kebutuhan manusia yang paling hakiki dapat dikelompokan sebagai kebutuhan fisiologis, fisik dan pisikologi. Kondisi fisiologis adalah terpenuhinya pangan bagi masyarakat yang dikenal dengan istilah ketahanan pangan (food security), disamping kebutuhan fisiologis akan air dan udara, khususnya oksigen (O2). Kebutuhan fisik meliputi perlindunga dan ketentraman, sedangkan kebutuhan psikologis, meliputi penyelesaian permasalahan yg berkaitan dgn kejiwaan yang timbul dari lingkungan.
4.    Apa yang dimaksud dengan ketahanan dan keamanan pangan ?
Dalam undang-undang RI  No. 7  Tahun 1996 tentang Pangan didefinisikan Ketahanan Pangan (food resistance). Ketahanan pangan itu merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan fisiologi bagi rumah tangga yang tercemin dari tersedianya pangan, air dan udara yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau (Soerjani, dkk, 2006). Keamanan pangan itu sendiri diartikan sebagai kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan kerusakan, pencemaran biologi, kimia, dan benda lain yang dapat menggangu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.
5.    Bagaimana bisa terjadi kasus keracunan pangan ? Coba kaitkan dengan studi kasus mengenai  bahaya makanan dalam kaleng ! Kemajuan jaman yang mempengaruhi berubahnya gaya hidup setiap individu. Hadirnya jenis “fast food” adalah salah satu contoh yg dapat kita temukan dengan mudah. Fast food dengan berbagai jenis produk dan kemasan, mempunyai kandungan gizi mungkin memenuhi standar. Namun, siapa yg tahu kalau cukup banyak ditemukan juga kasus keracunan pangan yg ditemukan akibat makanan dalam kemasan. Seperti dikemukakan pada artikel “Bahaya Mengintip dari Makanan Kaleng”. Jenis makanan yg dikemas dalam kaleng, memang praktis dan karena alasan yg satu ini menyebabkan sebagaian orang lalai dalam memperhatikan kandungan gizi, kebersihan, dan kesehatannya. Penyebab lain adalah, produsen makanan yg tidak memperhatikan kelayakan komposisi dan informasi nilai gizi yg terkandung didalamnya. Oleh karena itu sebagai konsumen, kita harus cermat sebelum mengkonsumsi makanan, terlebih lagi dalam kemasan kaleng.
6.    Bagaimana hubungan antara kebutuhan fisik manusia dengan kondisi lingkungan yang sangat rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir, letusan gunung api, longsor, badai, dan sebagainya ?
Manusia adalah makhluk yang membutuhkan sumber daya alam guna mempertahankan hidupnya. Namun, penggunaan sumber daya alam yang ada seringkali berlebihan tanpa memikirkan keseimbangan ekosistem suatu lingkungan. Banyaknya bencana alam yang terjadi, merupakan akibat dari keserakahan manusia dalam mengelola sumber daya alam. Seperti pada bab ke satu, telah dijelaskan bahwa dalam penglolaan sumber daya alam, tidak hanya menggunakan motif ekonomi, namun juga motif keberkahan dan kesejahteraan. Karena hal ini akan memberikan akibat buruk bagi manusia itu sendiri.
7.    Kebutuhan dasar manusia dengan keberadaannya dalam lingkungan hidup juga menimbulkan masalah sikap kejiwaannya, maka belakangan muncul psikologi lingkungan atau ekopsikologi. Bagaimana pendapat anda mengenai hal ini ? Semakin berkembangnya zaman, maka permasalahan dalam kehidupan akan semakin complex, dan tentunya ini disebabkan oleh lingkungan dimana seseorang tinggal. Lingkungan hidup dewasa ini, menuntut kesempurnaan di setiap bidang, dalam bergaul. Mereka yang tidak dapat memenuhi tuntutan sering terkena depresi. Majunya teknologi juga secara tidak langsung juga dapat mempengaruhi tingkat stress manusia menjadi lebih tinggi. Di perkotaan contohnya, dengan terbatasnya ruang gerak, padatnya kendaraan dengan polusi udara dan suara yang semakin meningkat mempunyai akibat yg lebih tinggi bagi kejiwaan bagi mereka yg tinggal di perkotaan daripada mereka yg tinggal di kawasaan pedesaan, dengan ruang terbuka yang sejuk, dan masih segar, sangat mempengaruhi ketenangan jiwa bagi seseorang. Dengan adanya ilmu ekopsikologi, menurut saya akan sangat membantu dalam mengurangi tingkat depresi seseorang dizaman ini.
8.    Bagaimana hubungan antara kebutuhan dasar manusia, kondisi lingkungan dan pengelolaan bahan kimia?
Kebutuhan dasar manusia yang beraneka ragam dan tak pernah habis, akan menciptakan inovasi – inovasi baru yang sangat membantu dalam memenuhi tingginya kebutuhan manusia saat ini. Namun, di sisi lain, kemudahan yang manfaatnya dirasakan saat ini, akan menimbulkan dampak kerusakan yg cukup signifikan di masa yang akan datang. Dalam hal ini, saya mengambil contoh penggunaan DDT. Krisis pangan yang pernah terjadi di dunia, dengan tingkat hasil pertanian yg rendah, dan berkembangnya penyakit menular oleh serangga, telah membuat manusia begitu terkesan dalam memanfaatkan DDT sebagai solusi dalam menghadapi masalah yang terjadi saat itu. Siapa yg menyangka bahwa dalam beberapa tahun kemudian, DDT telah menimbulkan banyak kerugian serta kerusakan pada lingkungan dan ekosistemnya. Tentunya kejadian ini tidak ingin terulang kembali, mengingat banyaknya lingkungan yg juga telah rusak akibat ulah manusia sendiri. Sehingga pengelolaan bahan kimia perlu diberikan perhatian lebih, karena eksistensi manusia sangat bergantung pada lingkungannya.